Langsung ke konten utama

Inggris Beberkan File Rahasia UFO

 

Rilis ini adalah yang terbesar, karena terdiri dari 6.000 lembar materi dari 1994-2000.

Fenomena awan halo di Moskow

Fenomena awan halo di Moskow(Daily Mail)

VIVAnews - Pemerintah Inggris merilis file-file rahasia penampakan makhluk luar angkasa atau UFO, Kamis 18 Februari 2010.
File-file ini adalah satu dari lima koleksi rekaman UFO yang dirilis Kementerian Pertahanan dan Badan Arsip Nasional Inggris. Rilis ini adalah yang terbesar, karena terdiri dari 6.000 lembar materi yang didapat sejak 1994 hingga 2000. Seperti dimuat laman CNN, salah satu yang tertera dalam file ini adalah penglihatan seorang pria di Birmingham, Inggris pada Maret 1997. Dia mengaku pulang kerja pada pukul 04.00 dini hari. Saat itu dia melihat benda besar berbentuk segitiga biru di kebun belakang rumahnya.


Situasi saat itu sunyi senyap, tapi anjing-anjing peliharaan tetangganya terus menggonggong. Penampakan hanya sejenak, kurang lebih tiga menit. Ketika benda itu pergi, meninggalkan benda seperti sutra berwarna putih di puncak pepohonan. Pria itu mengaku menyimpan beberapa di toples miliknya. Namun, tak jelas apa yang terjadi pada stoptles tersebut. Dokumen yang lain berasal dari Januari 1997. Seorang pria yang sedang menyetir mobil pulang di selatan Wales mengatakan dia melihat tabung cahaya turun dari langit. Saat itu, dia mengira bintang-bintang menghambur ke arahnya.


Telepon genggam dan radio mobil tak menyala, dia lalu keluar dan berjalan menuju cahaya. Laporan itu mengatakan dia bisa kembali ke mobilnya, lalu tiba-tiba dia merasa kesakitan. Setelah kejadian ini, dia menderita penyakit kulit dan harus ke dokter. Sementara mobil yang ditinggalkan kotor dan tertutup debu. Laporan yang lain berisi kesaksian sekelompok orang. Salah satunya tertanggal Agustus 1997, lima nelayan trawl di Laut Utara melaporkan melihat benda bulat, lempeng, dan bercahaya melayang di udara.


Mereka melihat benda itu dengan mata telanjang, juga melalui teropong. Laporan itu memberi penegasan, 'saksi-saksi sangat skeptis dengan keberadaan UFO'. Para saksi lalu melacak lewat radar beberapa detik sebelum benda itu raib. Para petugas polisi di Boston, Inggris dan Skegness menangkap gambar UFO di video. Dalam waktu bersamaan Royal Air Force mendeteksi 'blib' tak dikenal di radar mereka.
Di waktu bersamaan, pada Oktober 1996, para petugas polisi melihat spiral berwarna biru, merah, hijau, dan cahaya hijau di langit. Sebuah kapal di teluk Wash juga melihat cahaya aneh itu.


Laporan UFO di era 1990-an berbeda dengan era sebelumnya. Jika saat ini digambarkan UFO sebagai benda besar, hitam, dan segitiga, laporan di tahun 1940-an dan 1950-an menggambarkan UFO seperti piring atau benda berbentuk cakram. David Clarke, penulis buku berjudul' The UFO File ' mengatakan penglihatan anyar soal UFO diduga terpengaruh acara-acara TV 'The X-Files' dan film-film seperti 'Independence Day.'
"Sangat tak mungkin untuk membuktikan hubungan langsung antara apa yang dilihat dan dibaca dengan laporan UFO. Namun, itu bisa mempengaruhi interpretasi mengenai apa yang orang lihat di langit," kata dia. Sebuah hasrat tentang coklat mungkin telah mempengaruhi penglihatan lain, yaitu sebuah 'UFO berbentuk Toblerone'.

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/130533-inggris_beber_file_file_rahasia_ufo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vitamin C tak Sembuhkan Flu, Benarkah?

  Sakit akibat terserang flu (ilustrasi)   REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang akan memperbanyak konsumsi vitamin C saat terserang influenza. Tapi sebenarnya, mengonsumsi vitamin C bukanlah cara untuk menghentikan flu.  Vitamin C hanya menguatkan imun tubuh dan mempersempit durasi sakit flu. Jika orang biasa sembuh flu dalam waktu 7 hari, seseorang yang terbiasa memakan makanan yang mengandung Vitamin C umumnya akan sembuh lebih cepat dari orang biasa. “Ya katakanlah 2-3 hari dia sudah sembuh dari flu. Vaksin yang diberikan dokter juga biasanya punya fungsi sama (mempersempit durasi sakit),” ujar Dr. Lula Kamal di acara 'Melegakan Gejala Batuk dan Pilek untuk Si Kecil dan #BayiGede', Rabu, di Jakarta.  Dokter yang membintangi beberapa judul sinetron ini juga mengatakan, tidak ada makanan khusus yang harus dikonsumi seseorang yang terserang flu. Hanya disarankan menghindari makanan yang membuatnya tidak nyaman. Pengidap penyakit flu juga harus memperbanyak min...

Perbandingan TV Tabung, Plasma, LCD, dan LED TV

TV melalui perkembangannya yang beragam, mulai mengutamakan sisi ukuran, kualitas gambar, dan mulai peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dimulai dari maraknya TV Tabung, lalu berkembang menjadi Plasma TV, hingga kini yang banyak beredar di pasaran modern seperti LCD TV dan LED TV dengan ukurannya yang tipis. Bahkan, memiliki TV di rumah atau di kantor sudah merupakan suatu kebutuhan hiburan yang mendasar bagi Anda saat ini. Namun, tahukah Anda perbedaan dari tiap jenis TV tersebut? Tabel Perbandingan TV Tabung, Plasma TV, LCD TV, dan LED TV Fitur TV Tabung Plasma TV LCD TV LED TV Harga Paling rendah Rendah Tinggi Paling Tinggi Lebar Sudut Pandang Baik Baik Kurang Baik Paling Baik Ukuran Berat, tebal & besar Berat, tebal & besar Ringan & tipis Paling ringan & paling tipis Keawetan Tahan lama Tahan lama Sedang Sedang Daya Listrik Boros Boros Hemat Paling Hemat Refresh & Response Rate Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Kualitas Gambar & Warna Sedang Sedang B...

Mengapa Mie Instan dapat Mempersingkat Hidup Anda

  Mie instan Ternyata mie instan, makanan murah yang digemari banyak anak kost dan para pecinta mie di mana pun berada, dikaitkan dengan serangan jantung dan diabetes. Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Nutrition menemukan bahwa produk-produk mie instan dapat meningkatkan risiko sindrom kardiometabolik  - faktor risiko penyakit kardiovaskular dan stroke yang parah - khususnya bagi perempuan. “Penelitian ini penting karena banyak orang yang mengonsumsi mie instan tanpa mengetahui kemungkinan risikonya terhadap kesehatan,” ungkap pemimpin peneliti Hyun Joon Shin, MD, dalam siaran pers. Shin, salah seorang pakar kardiologi di Baylor University Medical Center sekaligus mahasiswa doktoral nutrisi epidemologi di Harvard School of Public Health, tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar lebih lanjut. Untuk penelitian tersebut, peneliti melihat data dari 10.711 orang dewasa berusia antara 19 hingga 64 tahun, yang dikumpulkan melalui perwakilan nasional Korean Nation...