Langsung ke konten utama

Asteroid Tambang Paling Menguntungkan Bagi Manusia

 

Para astronomi berpendapat asteroid bisa di jadikan ladang uang yang bernilai ekonomis. Penambangan asteroid dipandang sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan manusia akan beberapa jenis hasil tambang.

Namun, asteroid apakah yang paling mungkin ditambang? Mana yang bisa memberi keuntungan paling besar?

Planetary Resources yang memproklamirkan diri sebagai perusahaan pertambangan asteroid membuat daftar nama asteroid yang dianggap paling menjanjikan. 

Daftar nama asteroid yang dipandang menguntungkan dimuat dalam website Asterank.

Berdasarkan data Asterank, asteroid 253 Mathilde dianggap sebagai asteroid yang paling menguntungkan dan paling bernilai. Asteroid ini memiliki nilai 100 triliun dollar AS dan menjanjikan profit 9,53 juta dollar AS. 

253 Mathilde adalah asteroid tipe C dan memiliki diameter sekitar 52,8 kilometer.

Asteroid 2000 BM19 yang memiliki lebar kurang dari 1 km dianggap sebagai asteroid dengan ongkos tambang paling efektif. Nilai asteroid ini sebesar 18,50 triliun dollar AS, menjanjikan profit 3,55 triliun dollar AS.

Sementara itu, asteroid 2009 WY7 dinobatkan sebagai asteroid paling mudah diakses. 

Untuk dapat menentukan asteroid yang paling menguntungkan, Asterank melihat data ekonomis dan karakter dari setiap asteroid. data diolah oleh Ian Webster, software engineer di San Fransisco.

Webster mengungkapkan, hasil olahan datanya masih berupa perkiraan kasar, belum akurat.

"Tujuan utama website ini adalah lebih untuk mendidik dan menginspirasi daripada menyajikan data yang akurat, yang saat ini tidak mungkin," kata Webster seperti dikutip Physorg, Kamis (17/5/2012).

Walau belum tentu akurat, Asterank menyuguhkan sebuah potensi untuk menambang benda-benda luar angkasa.

Sumber : kompas di salin sesuai aslinya

http://berita-iptek.blogspot.com/2012/05/asteroid-tambang-paling-menguntungkan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Vitamin C tak Sembuhkan Flu, Benarkah?

  Sakit akibat terserang flu (ilustrasi)   REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang akan memperbanyak konsumsi vitamin C saat terserang influenza. Tapi sebenarnya, mengonsumsi vitamin C bukanlah cara untuk menghentikan flu.  Vitamin C hanya menguatkan imun tubuh dan mempersempit durasi sakit flu. Jika orang biasa sembuh flu dalam waktu 7 hari, seseorang yang terbiasa memakan makanan yang mengandung Vitamin C umumnya akan sembuh lebih cepat dari orang biasa. “Ya katakanlah 2-3 hari dia sudah sembuh dari flu. Vaksin yang diberikan dokter juga biasanya punya fungsi sama (mempersempit durasi sakit),” ujar Dr. Lula Kamal di acara 'Melegakan Gejala Batuk dan Pilek untuk Si Kecil dan #BayiGede', Rabu, di Jakarta.  Dokter yang membintangi beberapa judul sinetron ini juga mengatakan, tidak ada makanan khusus yang harus dikonsumi seseorang yang terserang flu. Hanya disarankan menghindari makanan yang membuatnya tidak nyaman. Pengidap penyakit flu juga harus memperbanyak min...

Perbandingan TV Tabung, Plasma, LCD, dan LED TV

TV melalui perkembangannya yang beragam, mulai mengutamakan sisi ukuran, kualitas gambar, dan mulai peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dimulai dari maraknya TV Tabung, lalu berkembang menjadi Plasma TV, hingga kini yang banyak beredar di pasaran modern seperti LCD TV dan LED TV dengan ukurannya yang tipis. Bahkan, memiliki TV di rumah atau di kantor sudah merupakan suatu kebutuhan hiburan yang mendasar bagi Anda saat ini. Namun, tahukah Anda perbedaan dari tiap jenis TV tersebut? Tabel Perbandingan TV Tabung, Plasma TV, LCD TV, dan LED TV Fitur TV Tabung Plasma TV LCD TV LED TV Harga Paling rendah Rendah Tinggi Paling Tinggi Lebar Sudut Pandang Baik Baik Kurang Baik Paling Baik Ukuran Berat, tebal & besar Berat, tebal & besar Ringan & tipis Paling ringan & paling tipis Keawetan Tahan lama Tahan lama Sedang Sedang Daya Listrik Boros Boros Hemat Paling Hemat Refresh & Response Rate Tinggi Tinggi Rendah Tinggi Kualitas Gambar & Warna Sedang Sedang B...

Mengapa Mie Instan dapat Mempersingkat Hidup Anda

  Mie instan Ternyata mie instan, makanan murah yang digemari banyak anak kost dan para pecinta mie di mana pun berada, dikaitkan dengan serangan jantung dan diabetes. Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Nutrition menemukan bahwa produk-produk mie instan dapat meningkatkan risiko sindrom kardiometabolik  - faktor risiko penyakit kardiovaskular dan stroke yang parah - khususnya bagi perempuan. “Penelitian ini penting karena banyak orang yang mengonsumsi mie instan tanpa mengetahui kemungkinan risikonya terhadap kesehatan,” ungkap pemimpin peneliti Hyun Joon Shin, MD, dalam siaran pers. Shin, salah seorang pakar kardiologi di Baylor University Medical Center sekaligus mahasiswa doktoral nutrisi epidemologi di Harvard School of Public Health, tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar lebih lanjut. Untuk penelitian tersebut, peneliti melihat data dari 10.711 orang dewasa berusia antara 19 hingga 64 tahun, yang dikumpulkan melalui perwakilan nasional Korean Nation...